Keluarga adalah tempat kau
kembali. Rumah mu di dunia yang takkan mengkhianati mu selama ego mu tak
menutupi hati mu bagai kabut di jalanan.
Natal. 25 desember dan
tahun baru. 1 januari. Kala itu aku masih belia, kalau kata sepupu ku Itin si
empeng, aku masih polos (hahaha), biasa di tanggal itu kami keluar besar
berkumpul di rumah opa. Sebuah rumah tua yang sedehana, tidak terlalu besar tapi
cukup indah untuk mengukir kenangan.
Opa punya 10 anak. 5
pasang lebih tepat nya. Mereka cukup gila untuk ku kategorikan anak dari seseorang yang masih tampan dan
tegap di usia 50 atau 60 tahun lebih. Ada yang bersikap sadis layak pembunuh
berantai, ya ini bisa di contohkan 2 perempuan pertama, mama ku dan kakak nya, Aunty
Ida. Lalu ada yang otoriter dan tukang suruh, Uncle Welem dan Uncle Papi.
Selanjut nya ada yang suka sekali diam dan malas tahu seperti Uncle Tetu dan Uncle
Sem. Hmmm yang ini hidup nya sangat ia nikmati, party dance and romance, Aunty
Kory. Ada juga yang pendiam yakni Uncle Kici - btw dy sakit dan itu cukup
membuat semua orang bersedih hingga hari ini. Sisa nya 2 miss cantik tukang
ejek Aunty Mami dan Aunty Feby, misi hidup mereka adalah menganggu rambut ku
yang khas orang Alor - keriting cantik!
Nah mereka semua sudah
punya anak sekarang kecuali Uncle Kici jadi bisa di bayangkan betapa banyak nya
kami sekali kumpul. Tapi itu mengasikkan
karena hobby kami yang rata-rata sama membuat kami hanya melakukan hobby
tersebut yakni bercerita humor jika tidak berantem! Humor akan di pimpin Aunty
Kory sedang berantem akan di pimpin mama ku dan Aunty Ida.
Kembali pada perayaan
natal dan tahun baru. Kedua perayaan tadi akan membuat kami tiba-tiba menjadi
magnet. Semua dari kota mana pun langsung datang dan berkumpul. WELL acara di
mulai dengan makan tentu saja, lalu menjelang tengah malam kami mulai berdoa.
Ada hal seru tentang
berdoa di keluarga besar
ku yakni:
1. Opa akan mempersiapkan
lagu sebelum Doa di mulai dengan mulai menyanyikan not dengan serius nya hanya
untuk mendapati kami merusak semua bunyi not itu dan nada lagu menjadi sesuka
kami
2. Uncle welem akan memberi
peringatan dengan wajah menakutkan nya kalau tidak ada yang boleh tidur selama
berdoa hanya untuk mendapati bahwa kakak pertama nya Aunty Ida tertidur nyenyak,
ngorok dengan suara tak tahan-tahan lagi
3. Kakak sepupu ku Itin,
sang SMS Queen akan setengah tertidur
sambil mengetik sms tanpa melihat. Sungguh bakat luar biasa!
Tiga hal tadi sudah pati
terjadi pada tahun sebelum nya dan akan terjadi lagi pada tahun berikut nya!
Setelah doa tadi selesai
tiba-tiba semua sudah tidak mengantuk lagi. Family yang unik! Lalu kami mulai
berlari ke teras depan yang
sesungguh butuh tidak
sampai 10 langkah dengan bekal petasan dan kembang api, dengan teriakan, cahaya
warna warni dan cinta yang nyata semua menjadi sangat hangat waktu itu. Semua
orang bergembira. Hingga petasan dan kembang api habis (diitandai dengan
sepupu ku Willy yang terlihat asik membakar semua bungkusan petasan)
dan kami generasi kece masih sibuk bergosip,
sedang para tetua mulai merengutkan muka dengan alasan besok gereja jadi pergi
lah tidur. Dan apalah kami ketika kami masih nebeng hidup pada mereka jadi
dengan kecewa kami mulai melacak celah dimana bisa menyingkirkan siapa saja untuk
mendapat jatah tidur di mana saja yang bisa di tiduri.
Well, natal dan tahun baru
adalah yang terbaik di keluarga ku. Aku sadar cinta itu nyata ada nya bukan
karena aku mulai berpacaran dengan kapten basket sekolah atau anggota basket
yang super kaya tapi karena keluarga ku dalam kesederhanaan dan kegilaan nya
mampu merayakan natal dan tahun baru sedemikian rupa hingga cinta menampakan
wajahnya pada ku.
Sayang nya kini semua
orang sudah sibuk. Mulai berpencar ke berbagai kota dan kami mulai jarang
kumpul pada 2 perayaan tersebut. Rasa kehilangan,
tentu saja! Hanya harus di sikapi dewasa, kau tahu hidup berubah, manusia
berubah dan kau pun juga harus beradaptasi dengan perubahan tersebut.
Sungguh perubahan ini cukup
menyakitkan. Aku benar-benar tidak suka natal hanya dengan keluarga kecil saja karena aku merindukan
mereka semua - keluarga besar ku. Aku harap natal dan tahum baru 2017/2018 bisa
jadi berbeda sesuai memori indah kemaerin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar