Manusia adalah bunglon. Mereka berubah warna ditiap suasana
dan di tiap kasus. Bunglon itu berkulit kemunafikan. Jika kebenaran adalah
tentang menjaga perdamaian, lalu bisakah di benarkan kemunafikan demi ketiadaan
pertengkaran?
Jika kalian menjawab ya! Maka katakan pada ku apa perasaan
kalian. Bahagiakah kalian ketika orang yang kalian cintai menyuapi kebohongan
demi senyum di wajah kalian? Misalnya perselingkuhan?!
Aku belajar tadi siang bahwa permainan berbahaya dalam hidup
adalah jujur. Kejujuran adalah pisau tajam yang siap di lempar. Menembus
jantung dan melebar ke kiri, kanan, atas dan bawah tiada henti hingga tubuh mu
koyak dan berbentuk menjijikan.
Jika saja bisa aku describsikan tentang kebohongan pada
manusia, maka aku akan berkata. Ia bagaikan virus yang menyebabkan kanker, kau
akan tersenyum sepanjang hidup hingga kau keluar dari ruang cek dengan cap
stadium 4.
Jadi yang mana yang menyenangkan??
Kembali pada bunglon. Manusia menggunakan kehidupan sebagai
panggung sandiwara yang sebenarnya sudah tertulis jelas tapi mereka haus drama.
Topeng-topeng kebahagiaan, keangkuhan dan harga diri tersebar di seluruh bumi.
Kita membohongi satu sama lain yang sudah mengetahui rahasia manusia bahwa
perih tak pernah pilih kasih.
Namun satu fakta terpapar dalam gelap di langit kamar ku,
manusia adalah makhluk kreatif dalam menciptakan alasan pembenaran atas
kesalahan. Aku melihat. Mendengar dan dengan terpaksa kadang melakukannya. Aku
masih manusia (ini pembelaan atas kesalahan).
Kali ini di depan kipas pinjaman ku, aku bertanya bagaimana
cara nya keluar dari ini?
Teman-teman ku, tetangga dan miris nya keluarga ku berbicara
tentang menjadi normal. Apa itu normal? Tentang ketidakjujuran dalam topeng
atau perubahan warna kulit bunglon. Lucunya aku berjalan dengan menelan tiap
ejekan dan sindiran demi sesuatu yang membuat ku muak dari taman kanak-kanak
ku, bahwa ketika menipu dan memakai topeng adalah normal, aku memilih gila!!!
Berkata tepat seperti yang ku rasa, tak ada kebohongan. Hanya
mereka tak terima, mereka bilang ini jahat dan menyakitkan. Tapi manusia takkan
mengerti, lebih tepatnya mereka takkan mau mengerti. Karena lebih baik berdiri
dalam zona nyaman di banding menantang sistem yang di bangun entah oleh manusia
mana untuk menjadi sesuatu yang BERBEDA!!
(Sebuah file lama dari laptop ku)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar