Jumat, 17 November 2017

Bunglon



Manusia adalah bunglon. Mereka berubah warna ditiap suasana dan di tiap kasus. Bunglon itu berkulit kemunafikan. Jika kebenaran adalah tentang menjaga perdamaian, lalu bisakah di benarkan kemunafikan demi ketiadaan pertengkaran? 

Jika kalian menjawab ya! Maka katakan pada ku apa perasaan kalian. Bahagiakah kalian ketika orang yang kalian cintai menyuapi kebohongan demi senyum di wajah kalian? Misalnya perselingkuhan?!

Aku belajar tadi siang bahwa permainan berbahaya dalam hidup adalah jujur. Kejujuran adalah pisau tajam yang siap di lempar. Menembus jantung dan melebar ke kiri, kanan, atas dan bawah tiada henti hingga tubuh mu koyak dan berbentuk menjijikan.

Jika saja bisa aku describsikan tentang kebohongan pada manusia, maka aku akan berkata. Ia bagaikan virus yang menyebabkan kanker, kau akan tersenyum sepanjang hidup hingga kau keluar dari ruang cek dengan cap stadium 4. 

Jadi yang mana yang menyenangkan??

Kembali pada bunglon. Manusia menggunakan kehidupan sebagai panggung sandiwara yang sebenarnya sudah tertulis jelas tapi mereka haus drama. Topeng-topeng kebahagiaan, keangkuhan dan harga diri tersebar di seluruh bumi. Kita membohongi satu sama lain yang sudah mengetahui rahasia manusia bahwa perih tak pernah pilih kasih. 

Namun satu fakta terpapar dalam gelap di langit kamar ku, manusia adalah makhluk kreatif dalam menciptakan alasan pembenaran atas kesalahan. Aku melihat. Mendengar dan dengan terpaksa kadang melakukannya. Aku masih manusia (ini pembelaan atas kesalahan).

Kali ini di depan kipas pinjaman ku, aku bertanya bagaimana cara nya keluar dari ini?

Teman-teman ku, tetangga dan miris nya keluarga ku berbicara tentang menjadi normal. Apa itu normal? Tentang ketidakjujuran dalam topeng atau perubahan warna kulit bunglon. Lucunya aku berjalan dengan menelan tiap ejekan dan sindiran demi sesuatu yang membuat ku muak dari taman kanak-kanak ku, bahwa ketika menipu dan memakai topeng adalah normal, aku memilih gila!!!

Berkata tepat seperti yang ku rasa, tak ada kebohongan. Hanya mereka tak terima, mereka bilang ini jahat dan menyakitkan. Tapi manusia takkan mengerti, lebih tepatnya mereka takkan mau mengerti. Karena lebih baik berdiri dalam zona nyaman di banding menantang sistem yang di bangun entah oleh manusia mana untuk menjadi sesuatu yang BERBEDA!!

(Sebuah file lama dari laptop ku)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Tiga Sahabat

Definisi sahabat dari ku adalah menemukan beberapa orang yang bisa menerima kegilaan ku, yang karena mereka juga punya sifat gila...