Gadis
itu, aku pernah melihatnya dalam mimpi ku
Sebuah
bayang indah yang akan membuat mawar atau melati iri tak tertahankan
Ia
tidak segila itu dengan rok panjang atau pakaian penutup aurat
Ia
hanya nyaman menggunakan pakaian yang menunjukan apa itu arti kenyamanan
Sepatu
bot hitam atau bisa juga cokelat tua
Baju
you can see hitam atau bisa juga putih dengan sedikit campuran warna
Dibanding
rok, ia memilih hot pants tapi tidak yang membuat nya menjadi pusat godaan
Bukan
ia tak suka di lirik, ia hanya lebih senang bersembunyi dari sekian buaya lapar
Dan
lalu di temukan seorang manusia yang sopan
Gelangnya
tak banyak
Tak
ada anting
Jarang
bercincin
Berkalung
kan kalung dengan mata kalung yang penuh makna
Menunjukkan
pada nya motivasi harus menggantung pada jiwa nya
Gadis
itu, aku pernah membayangkan senyum indah nya
Kalau
bisa matahari, bulan dan bintang malu untuk mengeluarkan sinarnya
Senyum
itu seindah cahaya putih keemasan. Tenang dan hangat
Tawa
nya pun renyah. Lepas tapi tidak sembrono
Ia
selalu mampu mengekspresikan bagaimana perasaannya terutama tentang kebahagiaan
Karena
ia mengerti dunia sudah cukup dengan pedih dan keluh
Maka
ia hadir dengan apa yang ada pada diri nya sekedar untuk membantu dunia girang
kembali
Kemarin
ku lihat ia berputar sembari tertawa di bawah hujan
Ketika
mereka yang lain mengerucutkan bibirnya akibat hujan yang bisa membasahi baju
mahal mereka
Hari
ini dengan peluh di keningnya ia masih menatap matahari dan tersenyum hangat
Ketika
mereka yang lain memaki panas nya dunia sekarang ini
Besok
aku berharap apapun keadaannya tawa nya bisa membahana tanpa peduli itu pedih
atau sebaliknya
Gadis
itu, ia adalah keunikan di tengah domba yang mirip rubah dan sebaliknya
Ketika
kemanusiaan hilang
Ia
dengan otak cerdasnya tetap ikhlas memberi walau tahu cerita di balik itu
Ia
dengan keputihan polos dan tak bercela tetap rela memaafkan di tengah hati yang
belum pulih dari pedih
Gadis
itu tahu apa arti nya sakit jadi ia punya alasan untuk tidak menyakiti
Ia
tahu bagaimana susahnya tersenyum kembali karena itu ketika senyumannya ada ia
menjaga sekuat tenaga
Ia
tahu betapa rapuh itu tidak membahagiakan, karena itu ketika kekuatan itu ada,
ia mengucap syukur pada Pencipta
Semua
orang punya masa lalu, begitu pula gadis itu
Tapi
Tuhan terlalu menyayangi nya
Tuhan
mengatakan pada nya bahwa ia berharga
Dan
ia berusaha percaya
Hingga
ia bisa seperti ini
Seperti
ucapan terima kasih atas ungkapan hati sang Pencipta kepada nya
Kali
ini ia tidak peduli lagi seberapa dunia menghina nya
Ia
tetap berusaha diam dan tak membalas mereka
Ia
tidak peduli lagi berapa kali dunia menyakiti nya
Ia
akan tetap berusaha memaafkan
Ia
tidak peduli apapun tentang kekotoran yang di lemparkan pada wajahnya,
tubuhnya, pakaiannya, apa pun pada diri nya
Ia
akan tetap menyayangi mereka
Karena
ia tahu selalu ada sesuatu di balik itu ketika mereka melakukan nya
Entah
kepedihan, dosa atau pun kebenaran
Gadis
itu, hari ini berdiri di depan ku
Menatap
ku lama
Ia
tidak berkata apa pun. Aku pun diam
Tapi
kami saling mengerti karena sorot matanya berkata banyak
Dalam
tatapan sendu itu, sebuah kepedihan tersalurkan
Dan
aku mengangguk, ya aku pernah
Dalam
senyum yang berusaha ia ukir itu,
Aku
mengangguk dan berkata, jadi aku juga harus kuat
Dalam
genggaman tangan nya pada ku yang kuat tapi tak menyakitkan
Aku
berkata lagi masih dalam diam ku
“aku
akan jadi seperti mu”
-
Setelahnya ia pun menghilang -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar