Jumat, 03 November 2017

Gadis itu - (Wanna Be Part I)






Gadis itu, aku pernah melihatnya dalam mimpi ku
Sebuah bayang indah yang akan membuat mawar atau melati iri tak tertahankan
Ia tidak segila itu dengan rok panjang atau pakaian penutup aurat
Ia hanya nyaman menggunakan pakaian yang menunjukan apa itu arti kenyamanan
Sepatu bot hitam atau bisa juga cokelat tua
Baju you can see hitam atau bisa juga putih dengan sedikit campuran warna
Dibanding rok, ia memilih hot pants tapi tidak yang membuat nya menjadi pusat godaan
Bukan ia tak suka di lirik, ia hanya lebih senang bersembunyi dari sekian buaya lapar
Dan lalu di temukan seorang manusia yang sopan
Gelangnya tak banyak
Tak ada anting
Jarang bercincin
Berkalung kan kalung dengan mata kalung yang penuh makna
Menunjukkan pada nya motivasi harus menggantung pada jiwa nya


Gadis itu, aku pernah membayangkan senyum indah nya
Kalau bisa matahari, bulan dan bintang malu untuk mengeluarkan sinarnya
Senyum itu seindah cahaya putih keemasan. Tenang dan hangat
Tawa nya pun renyah. Lepas tapi tidak sembrono
Ia selalu mampu mengekspresikan bagaimana perasaannya terutama tentang kebahagiaan
Karena ia mengerti dunia sudah cukup dengan pedih dan keluh
Maka ia hadir dengan apa yang ada pada diri nya sekedar untuk membantu dunia girang kembali
Kemarin ku lihat ia berputar sembari tertawa di bawah hujan
Ketika mereka yang lain mengerucutkan bibirnya akibat hujan yang bisa membasahi baju mahal mereka
Hari ini dengan peluh di keningnya ia masih menatap matahari dan tersenyum hangat
Ketika mereka yang lain memaki panas nya dunia sekarang ini
Besok aku berharap apapun keadaannya tawa nya bisa membahana tanpa peduli itu pedih atau sebaliknya

Gadis itu, ia adalah keunikan di tengah domba yang mirip rubah dan sebaliknya
Ketika kemanusiaan hilang
Ia dengan otak cerdasnya tetap ikhlas memberi walau tahu cerita di balik itu
Ia dengan keputihan polos dan tak bercela tetap rela memaafkan di tengah hati yang belum pulih dari pedih


Gadis itu tahu apa arti nya sakit jadi ia punya alasan untuk tidak menyakiti
Ia tahu bagaimana susahnya tersenyum kembali karena itu ketika senyumannya ada ia menjaga sekuat tenaga
Ia tahu betapa rapuh itu tidak membahagiakan, karena itu ketika kekuatan itu ada, ia mengucap syukur pada Pencipta


Semua orang punya masa lalu, begitu pula gadis itu
Tapi Tuhan terlalu menyayangi nya
Tuhan mengatakan pada nya bahwa ia berharga
Dan ia berusaha percaya
Hingga ia bisa seperti ini
Seperti ucapan terima kasih atas ungkapan hati sang Pencipta kepada nya

Kali ini ia tidak peduli lagi seberapa dunia menghina nya
Ia tetap berusaha diam dan tak membalas mereka
Ia tidak peduli lagi berapa kali dunia menyakiti nya
Ia akan tetap berusaha memaafkan
Ia tidak peduli apapun tentang kekotoran yang di lemparkan pada wajahnya, tubuhnya, pakaiannya, apa pun pada diri nya
Ia akan tetap menyayangi mereka
Karena ia tahu selalu ada sesuatu di balik itu ketika mereka melakukan nya
Entah kepedihan, dosa atau pun kebenaran


Gadis itu, hari ini berdiri di depan ku
Menatap ku lama
Ia tidak berkata apa pun. Aku pun diam
Tapi kami saling mengerti karena sorot matanya berkata banyak


Dalam tatapan sendu itu, sebuah kepedihan tersalurkan
Dan aku mengangguk, ya aku pernah
Dalam senyum yang berusaha ia ukir itu,
Aku mengangguk dan berkata, jadi aku juga harus kuat
Dalam genggaman tangan nya pada ku yang kuat tapi tak menyakitkan
Aku berkata lagi masih dalam diam ku
“aku akan jadi seperti mu” 



-          Setelahnya ia pun menghilang -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Tiga Sahabat

Definisi sahabat dari ku adalah menemukan beberapa orang yang bisa menerima kegilaan ku, yang karena mereka juga punya sifat gila...