Sabtu, 13 Januari 2018

Kisah Tiga Sahabat





Definisi sahabat dari ku adalah menemukan beberapa orang yang bisa menerima kegilaan ku, yang karena mereka juga punya sifat gila itu lalu berjanji untuk selalu melakukan hal-hal gila bersama.

Perkenalkan ini aku dan sahabat-sahabat ku, aku dengan panggilan ku zhacii, perempuan ditengah dengan panggilan starla dan sebelahnya yang paling putih karena masih punya darah Tionghoa yakni Citra. Nama-nama tadi bukan nama sebenar kami, itu adalah nama yang kami buat kala kami tidak punya hal lain untuk dilakukan.

Kami bertemu ketika kami masih duduk dikelas 2 SMP. Atau lebih tepatnya aku menemukan ke-2 makhluk ini ketika aku pindah ke sebuah kota kecil di pulau Timor.

Hanya butuh beberapa hari untuk membuat kami berteman, beberapa minggu untuk berpindah status menjadi sahabat dan selamanya untuk menjadi orang yang lebih gila dari kemarin.

Ketika aku bersama mereka, aku tidak akan berhenti tertawa, berhenti mengejek, ngeres, dan melahirkan hal-hal gila dan aneh untuk di masukan dalam ‘to do list’ kami. Semisalnya bahu-membahu untuk lari pagi hanya demi menemui pacar kami, yah pacaran di pagi buta. Kalau pasangan lain menunggu sunset untuk pacaran romantis, kami malah pacaran sambil menunggu sunrise. Lalu ada juga tingkah centil kami yang berhasil menggoda seorang remaja laki-laki hingga masuk dalam got.  Selain itu ada adegan lompat dari jendela karena aku dihukum tidak boleh keluar rumah, dan siapa yang membantu ku? Siapa lagi kalau bukan ke-2 iblis betina ini.

Biar ku cerita lebih rinci tentang mereka, ku mulai dari yang gelap lalu menuju terang, biar mirip kalimat ‘Habis gelap timbullah terang’.
Yang gelap ini namanya Starla. Satu hal menakjubkan dari dia adalah kalau ada yang melakukan hal yang menyakiti aku atau Citra, ia adalah orang yang paling kesal dari diri kami sendiri, ia akan memaki hingga akhirnya aku tidak jadi kesal dan malah tertawa. Ia adalah anak yang berbakti sebenarnya, di depan orang tuanya aliiiiimmmmm sekali. Kalau dibelakang, yaaaaa rahasia kami lah para sahabat.

Yang terang adalah si sok cantik campuran Rote-Tionghoa, namanya Citra. Dari kami bertiga, Citra  adalah yang paling kecil setahun dari kami walaupun begitu ia adalah yang paling berpengalaman. Ia punya gudang koleksi untuk cowok, dengan kata lain playgirl.  Tiap beberapa hari ia bisa membawa cowok yang berbeda didepan ku. Tapi biarpun begitu ia anaknya rajin loh, ada satu hal yang membuat ku takjub tentang makhluk gila ini, ia tiap pagi dan sore harus mengepel rumah. Aku maklum lah kalau cuma pel biasa, tapi ini pakai acara pindah posisi sofa,tempat tidur, dorong lemari atau perkakas lainnya supaya dibagian bawahnya juga ia pel. Kalau aku yang melakukannya, aku yakin akan pingsan bahkan ketika lemari masih berusaha ku pindahkan.

Kala kami bersama ku akui aku senang sekali, merasa bahwa aku tidak sendiri dan selalu ada kebersamaan. Tidak sendiri dan bersama dalam hal aneh dan gila tadi. Kakak-kikik kami, ulah aneh dan gila kami, ejekan kami satu sama lain, dan satu lagi dari semua itu kami bahkan tidak peduli tanggapan orang lain tentang kami. Seperti ini dunia kami, dan yang lain Cuma ngontrak. That is the best thing that I ever had in my life.

Hari ini 13 januari 2018, aku baru bertelepon ria bertiga dengan mereka, dan mendengar suara mereka lagi.  Hal pertama yang kami lakukan adalah langsung tertawa, see there is nothing funny, but when we three together everything is always make us laugh. Telepon tadi berkisar 1 jam lebih dan penuh dengan ejekan dan ketawaan, serta perdebatan siapa yang paling cantik dan sexy sekarang (PADAHAL SUDAH JELAS AKULAH JAWABANNYA).  Lalu setelahnya, kami mulai taruhan siapa yang akan nikah duluan, bukan seperti perempuan lain yang ingin nikah cepat, kami malah saling dorong dan menunda. Hahaha ... jadi ku rangkum saja karena perdebatan soal nikah ini tidak habis-habis, Citra akan nikah duluan karena sudah hamil 6 bulan, lalu Starla berikutnya dengan alasan yang ingin ku buat karena mengambil perjaka anak ibu kos, kemudian baru aku, yang akan menikah dengan elegannya di usia 27 tahun dengan seorang pengusaha dari New York dengan darah campuran Kanada-Meksiko. Hahhahahaha .....

Btw, sedikit info nih,  aku dan Starla sekarang sedang menunggu waktu wisuda sedang Citra sedang skripsi, dunia berputar cepat yah rupanya, kami juga tinggal berlainan kota sekarang, dan menghayal kalau satu lagi kesempatan dari Tuhan untuk kami tinggal sekota lagi, entah kegilaan apa lagi yang akan kami lakukan.

Setelah selesai bertelepon, aku berharap dalam waktu dekat ini bisa bertemu mereka lagi, sangat berharap. Karena jika ditanya rindu? Yah! Jika di tanya pengen gila-gilaan lagi? Banget! Dan jika ditanya segita atau bulat, hahahaha aku benar-benar ingin tahu apa jawaban kami masih sama atau sudah berubah. Haahahahaha (menyangkut hal ini hanya kami bertiga yang mengerti).

Thanks to be my best friend in my life, and I miss you. and I love you to.
Nikahan kalian, aku bakal datang. Skenario nya kayak yang diatas. Hahahahahahahah .................

Ini kami ketika masih cupu, jele abis dan dekil, hahahaha 
 

Jumat, 17 November 2017

Bunglon



Manusia adalah bunglon. Mereka berubah warna ditiap suasana dan di tiap kasus. Bunglon itu berkulit kemunafikan. Jika kebenaran adalah tentang menjaga perdamaian, lalu bisakah di benarkan kemunafikan demi ketiadaan pertengkaran? 

Jika kalian menjawab ya! Maka katakan pada ku apa perasaan kalian. Bahagiakah kalian ketika orang yang kalian cintai menyuapi kebohongan demi senyum di wajah kalian? Misalnya perselingkuhan?!

Aku belajar tadi siang bahwa permainan berbahaya dalam hidup adalah jujur. Kejujuran adalah pisau tajam yang siap di lempar. Menembus jantung dan melebar ke kiri, kanan, atas dan bawah tiada henti hingga tubuh mu koyak dan berbentuk menjijikan.

Jika saja bisa aku describsikan tentang kebohongan pada manusia, maka aku akan berkata. Ia bagaikan virus yang menyebabkan kanker, kau akan tersenyum sepanjang hidup hingga kau keluar dari ruang cek dengan cap stadium 4. 

Jadi yang mana yang menyenangkan??

Kembali pada bunglon. Manusia menggunakan kehidupan sebagai panggung sandiwara yang sebenarnya sudah tertulis jelas tapi mereka haus drama. Topeng-topeng kebahagiaan, keangkuhan dan harga diri tersebar di seluruh bumi. Kita membohongi satu sama lain yang sudah mengetahui rahasia manusia bahwa perih tak pernah pilih kasih. 

Namun satu fakta terpapar dalam gelap di langit kamar ku, manusia adalah makhluk kreatif dalam menciptakan alasan pembenaran atas kesalahan. Aku melihat. Mendengar dan dengan terpaksa kadang melakukannya. Aku masih manusia (ini pembelaan atas kesalahan).

Kali ini di depan kipas pinjaman ku, aku bertanya bagaimana cara nya keluar dari ini?

Teman-teman ku, tetangga dan miris nya keluarga ku berbicara tentang menjadi normal. Apa itu normal? Tentang ketidakjujuran dalam topeng atau perubahan warna kulit bunglon. Lucunya aku berjalan dengan menelan tiap ejekan dan sindiran demi sesuatu yang membuat ku muak dari taman kanak-kanak ku, bahwa ketika menipu dan memakai topeng adalah normal, aku memilih gila!!!

Berkata tepat seperti yang ku rasa, tak ada kebohongan. Hanya mereka tak terima, mereka bilang ini jahat dan menyakitkan. Tapi manusia takkan mengerti, lebih tepatnya mereka takkan mau mengerti. Karena lebih baik berdiri dalam zona nyaman di banding menantang sistem yang di bangun entah oleh manusia mana untuk menjadi sesuatu yang BERBEDA!!

(Sebuah file lama dari laptop ku)

Dia ibu ku



Ibu ku ..

Ia seperti seseorang yang aku benci kala nilai ku terlalu rendah dibanding nilai rapor nya dulu. Aku sering bertanya, berapa IQ – nya. Dan aku selalu mendapat jawaban dengan ejekan dari bibir nya. Itu menyebalkan!

Kadang aku heran, bagaiamana ia cukup bagus dalam semua mata pelajaran, dan berlagak seolah itu cukup mudah. Lalu menemukan bahwa kenyataan nya seperti itu, dan aku mulai kesal.

Ibu ku adalah rival ku. Katakan aku gila! I AM! Tapi aku begitu terobsesi mengalahkan prestasi nya dari sejak ia memukul ku dengan sapu dan pot bunga hanya supaya aku bisa lancar membaca. 

Dihari-hari ku, ada hari tertentu dimana aku begitu membenci hari itu. Hari penerimaan raport. Hari dimana ibu ku tahu bahwa aku bukan juara 1 di kelas, dan ia tidak akan mau repot-repot mengambil nya. Dan mereka berdua – ayah ibu ku – akan berakting seolah-olah itu bukan hari penerimaan raport dan lalu raport itu akan tinggal menetap dalam lemari kecil guru ku hingga aku berhasil mendapat rangking 1. 

Pertanyaan andalan nya “kau rangking berapa?”

Jika bukan rangking satu, maka respon andalan nya “mama sibuk”

WHAT THE HELL! 

Sejak aku SD, aku punya cita-cita ingin jadi dokter, yah dokter yang takut untuk menyuntik orang lebih tepatnya. Lalu begitu naik ke jenjang yang lebih tinggi,aku mulai menyingkirkan segala macam pelajaran kecuali bahasa inggris, aku tergila-gila. Begitu kuliah, ibu tanpa babibu langsung menyodorkan manajemen. Dan ia berkata “itu”. THATS IT! Sisanya 4,5 tahun aku sibuk dengan menaklukan “itu”!!

Ibu punya satu mantera yang selalu ia ajarkan pada ku. Kenapa aku tak katakan prinsip? Karena prinsip masih bisa goyah, tapi mantera begitu kau ayunkan tongkat mu maka apapun yang kau maksudkan dalam mantera itu akan terjadi. Setidaknya begitulah yang ia pikir. Mantera itu adalah “BISA, PASTI BISA, HARUS BISA”.

Apa kau menyadari bahwa, ia menggunakan taktik yang licik, mulai dari kata yang halus – BISA, lalu mulai semakin kuat – PASTI BISA, dan kuat lalu kasar dan memaksa - HARUS BISA. Percaya atau tidak, hidup ku yang berdampingan dengan ibu ku selalu menggunakan taktik dalam tiap detiknya, kadang itu membuat ku kesal, kadang itu membuat ku lucu tapi ibu ku adalah seseorang yang harus ku waspadai, ia selalu ada maksud dalam tiap gerakan nya! Ingat itu!

Ia tidak akan membuat sesuatu untuk hal sia-sia. Ia akan memikirkan segala nya matang dan pasti. Memasang strategi dan aku sebagai anak pertama yang ia pikir bisa segala nya, lalu di harapkan mewujudkan nya. 

Tapi hidup dengan taktik dan strategi dari kecil membuat ku selalu merasakan tantangan dalam tiap detik ku, dan aku bersyukur mempunyai ibu seperti dia. Dia luar biasa. Dan sejauh ini – 23 tahun hidup, dia lah yang jadi panutan ku. Aku selalu ingin sekuat dia, sehebat dia, sepintar dia dan sesukses dia. 

Dia ... ibu ku

Selasa, 14 November 2017

Natal & Tahun Baru My Big Fam



Keluarga adalah tempat kau kembali. Rumah mu di dunia yang takkan mengkhianati mu selama ego mu tak menutupi hati mu bagai kabut di jalanan.

Natal. 25 desember dan tahun baru. 1 januari. Kala itu aku masih belia, kalau kata sepupu ku Itin si empeng, aku masih polos (hahaha), biasa di tanggal itu kami keluar besar berkumpul di rumah opa. Sebuah rumah tua yang sedehana, tidak terlalu besar tapi cukup indah untuk mengukir kenangan.

Opa punya 10 anak. 5 pasang lebih tepat nya. Mereka cukup gila untuk ku kategorikan anak dari seseorang yang masih tampan dan tegap di usia 50 atau 60 tahun lebih. Ada yang bersikap sadis layak pembunuh berantai, ya ini bisa di contohkan 2 perempuan pertama, mama ku dan kakak nya, Aunty Ida. Lalu ada yang otoriter dan tukang suruh, Uncle Welem dan Uncle Papi. Selanjut nya ada yang suka sekali diam dan malas tahu seperti Uncle Tetu dan Uncle Sem. Hmmm yang ini hidup nya sangat ia nikmati, party dance and romance, Aunty Kory. Ada juga yang pendiam yakni Uncle Kici - btw dy sakit dan itu cukup membuat semua orang bersedih hingga hari ini. Sisa nya 2 miss cantik tukang ejek Aunty Mami dan Aunty Feby, misi hidup mereka adalah menganggu rambut ku yang khas orang Alor - keriting cantik! 

Nah mereka semua sudah punya anak sekarang kecuali Uncle Kici jadi bisa di bayangkan betapa banyak nya kami sekali kumpul. Tapi itu mengasikkan karena hobby kami yang rata-rata sama membuat kami hanya melakukan hobby tersebut yakni bercerita humor jika tidak berantem! Humor akan di pimpin Aunty Kory sedang berantem akan di pimpin mama ku dan Aunty Ida. 

Kembali pada perayaan natal dan tahun baru. Kedua perayaan tadi akan membuat kami tiba-tiba menjadi magnet. Semua dari kota mana pun langsung datang dan berkumpul. WELL acara di mulai dengan makan tentu saja, lalu menjelang tengah malam kami mulai berdoa. 

Ada hal seru tentang berdoa  di keluarga besar ku yakni:

1. Opa akan mempersiapkan lagu sebelum Doa di mulai dengan mulai menyanyikan not dengan serius nya hanya untuk mendapati kami merusak semua bunyi not itu dan nada lagu menjadi sesuka kami

2. Uncle welem akan memberi peringatan dengan wajah menakutkan nya kalau tidak ada yang boleh tidur selama berdoa hanya untuk mendapati bahwa kakak pertama nya Aunty Ida tertidur nyenyak, ngorok dengan suara tak tahan-tahan lagi

3. Kakak sepupu ku Itin, sang SMS Queen akan setengah  tertidur sambil mengetik sms tanpa melihat. Sungguh bakat luar biasa!

Tiga hal tadi sudah pati terjadi pada tahun sebelum nya dan akan terjadi lagi pada tahun berikut nya!

Setelah doa tadi selesai tiba-tiba semua sudah tidak mengantuk lagi. Family yang unik! Lalu kami mulai berlari ke teras depan yang sesungguh butuh tidak sampai 10 langkah dengan bekal petasan dan kembang api, dengan teriakan, cahaya warna warni dan cinta yang nyata semua menjadi sangat hangat waktu itu. Semua orang bergembira. Hingga petasan dan kembang api habis (diitandai dengan sepupu ku Willy yang terlihat asik membakar semua bungkusan petasan) dan kami generasi kece masih sibuk bergosip, sedang para tetua mulai merengutkan muka dengan alasan besok gereja jadi pergi lah tidur. Dan apalah kami ketika kami masih nebeng hidup pada mereka jadi dengan kecewa kami mulai melacak celah dimana bisa menyingkirkan siapa saja untuk mendapat jatah tidur di mana saja yang bisa di tiduri. 

Well, natal dan tahun baru adalah yang terbaik di keluarga ku. Aku sadar cinta itu nyata ada nya bukan karena aku mulai berpacaran dengan kapten basket sekolah atau anggota basket yang super kaya tapi karena keluarga ku dalam kesederhanaan dan kegilaan nya mampu merayakan natal dan tahun baru sedemikian rupa hingga cinta menampakan wajahnya pada ku.

Sayang nya kini semua orang sudah sibuk. Mulai berpencar ke berbagai kota dan kami mulai jarang kumpul pada 2 perayaan tersebut. Rasa kehilangan, tentu saja! Hanya harus di sikapi dewasa, kau tahu hidup berubah, manusia berubah dan kau pun juga harus beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Sungguh perubahan ini cukup menyakitkan. Aku benar-benar tidak suka natal hanya dengan keluarga kecil saja karena aku merindukan mereka semua - keluarga besar ku. Aku harap natal dan tahum baru 2017/2018 bisa jadi berbeda sesuai memori indah kemaerin.

Kisah Tiga Sahabat

Definisi sahabat dari ku adalah menemukan beberapa orang yang bisa menerima kegilaan ku, yang karena mereka juga punya sifat gila...